Website Resmi
Desa Sunggingan
Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen - Jawa Tengah
Administrator | 15 Agustus 2026 | 138 Kali dibuka
Artikel
Administrator
15 Agustus 2026
138 Kali dibuka
Sunggingan, Miri - Kamis sore, 7 Agustus 2026, Posyandu Muji Rahayu 2 di Dukuh Pilangsari dipenuhi oleh suara anak-anak. Setelah sebelumnya mengikuti kegiatan Apoteker Cilik Literasi (APISUGI) sejak pukul dua siang, anak-anak dari RT 03, RT 04, dan RT 05 kembali berkumpul setelah jeda untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Kali ini, mereka tidak lagi diajak berbicara tentang obat dan tanaman herbal. Di atas meja, sudah tersedia kertas HVS, tinta, sedotan, cotton bud, serta cat akrilik berwarna merah dan kuning. Pukul 15.30 WIB, kegiatan dimulai dengan sesuatu yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya, 吹墨画 (chuī mòhuà): membuat lukisan dengan cara meniup tinta.
Kegiatan tersebut merupakan program kerja KKN Universitas Sebelas Maret yang memperkenalkan 吹墨画 (chuī mòhuà), salah satu teknik seni lukis yang menggunakan tinta sebagai media utama. Tujuannya sederhana, yaitu mengenalkan seni dan budaya Tiongkok kepada anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus melatih kreativitas mereka. Sebelum mulai membuat karya, mahasiswa KKN terlebih dahulu memperkenalkan secara singkat apa itu 吹墨画 (chuī mòhuà) dan menunjukkan cara membuatnya. Tinta diteteskan di atas kertas, kemudian ditiup menggunakan sedotan. Dari satu tetes tinta yang awalnya tampak sederhana, perlahan muncul garis-garis yang menyerupai batang dan ranting pohon.
Anak-anak kemudian mencoba sendiri. Ada yang meniup dengan hati-hati, ada yang meniup terlalu kuat hingga tinta bergerak jauh dari arah yang diinginkan, dan ada pula yang terus mencoba sampai mendapatkan bentuk ranting sesuai keinginannya. Suasana yang awalnya dipenuhi rasa penasaran berubah menjadi semakin ramai. Beberapa anak saling memperhatikan hasil karya temannya, sementara anggota KKN berkeliling membantu mereka mengatur arah dan kekuatan tiupan. Tidak ada dua karya yang benar-benar sama. Setiap ranting memiliki bentuknya sendiri, mengikuti arah tiupan dan kreativitas masing-masing anak.
Setelah bagian ranting selesai dan tinta mulai mengering, kegiatan berlanjut pada tahap yang membuat lukisan menjadi lebih hidup. Anak-anak kemudian menggunakan cat akrilik berwarna merah dan kuning untuk membuat bunga plum atau 梅花 (méihuā). Dengan bantuan cotton bud, cat diaplikasikan sedikit demi sedikit pada ranting yang telah dibuat sebelumnya. Titik-titik warna merah dan kuning perlahan berubah menjadi bunga-bunga kecil yang menghiasi ranting. Ada yang membuat bunga dalam jumlah banyak, ada yang menempatkannya hanya di beberapa bagian ranting, dan ada pula yang bereksperimen dengan susunannya sendiri. Dari tinta, tiupan, cat akrilik, dan cotton bud yang sederhana, terbentuklah lukisan pohon bunga plum yang menjadi karya masing-masing peserta.
Para anggota KKN mendampingi anak-anak sepanjang kegiatan. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak sembilan orang, pembagian tugas dilakukan agar setiap peserta mendapatkan bantuan ketika mengalami kesulitan. Para kader Posyandu Muji Rahayu 2 juga turut membantu mengkondisikan anak-anak selama kegiatan. Setelah sebelumnya mengikuti APISUGI dan jeda shalat Ashar, beberapa anak memang mulai kehilangan konsentrasi. Namun, ketika mereka diberikan kesempatan untuk langsung mencoba meniup tinta dan melihat hasilnya sendiri, perhatian mereka kembali tertuju pada kertas di hadapan masing-masing.
Kegiatan 吹墨画 (chuī mòhuà) ini memang sederhana. Tidak ada kanvas mahal, tidak ada peralatan melukis yang rumit, dan tidak ada teknik yang sulit dipahami. Hanya ada tinta, kertas, sedotan, cat akrilik merah dan kuning, serta cotton bud. Namun, dari bahan-bahan sederhana itu muncul sesuatu yang lebih besar: pengalaman baru dalam mengenal budaya Tiongkok sekaligus kesempatan bagi anak-anak untuk menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri.
Pada akhirnya, satu per satu karya selesai. Kertas-kertas yang sebelumnya masih kosong kini dipenuhi batang, ranting, dan bunga plum dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda. Anak-anak dapat membawa pulang hasil karya mereka sebagai kenang-kenangan dari kegiatan KKN. Bagi sebagian anak, mungkin yang dibawa pulang hanyalah selembar kertas berisi lukisan. Tetapi di baliknya, ada pengalaman mencoba sesuatu yang baru, keberanian untuk bereksperimen, dan sedikit cerita tentang seni serta budaya Tiongkok yang mereka kenal pada sore itu.
Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Setelah dua kegiatan yang dilaksanakan dalam satu rangkaian hari tersebut, Posyandu Muji Rahayu 2 kembali perlahan menjadi tenang. Namun, di tangan anak-anak yang pulang membawa lukisan masing-masing, hasil kegiatan itu masih terus terbawa. 吹墨画 (chuī mòhuà) mungkin hanya berlangsung satu jam setengah, tetapi dari satu tetes tinta, tiupan sederhana, dan sentuhan warna merah serta kuning, anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa seni dan budaya dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan, bahkan dari sebuah meja sederhana di Posyandu Muji Rahayu 2.
Kirim Komentar
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1676
Populasi
1735
Populasi
0
Populasi
3411
1676
LAKI-LAKI
1735
PEREMPUAN
0
BELUM MENGISI
3411
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
GUNAWAN
Sekretaris Desa
Yuniasih
Kasi Pelayanan
ARISA RAHMAWATI
Kasi Pemerintahan
TITO AJI
Kasi Kesejahteraan
BELA MUTIA SUKMA
Kaur Perencanaan
FAJAR ANDRIYANTO
Kebayan I
AZIZ IRSYADUL ARSYAD
Kebayan II
AGUS JOKO SURIPTO
Kebayan III
SLAMET WIDODO
Staff
SRI SUDADI
Kebayan IV
SUMERI
Kaur Tata Usaha Dan Umum
IKA DWI PURWANTI
Kaur Keuangan
DHIYAH NOVITASARI
Desa Sunggingan
Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Peta Desa
Menu Kategori
Arsip Artikel
6.114 Kali dibuka
Edukasi Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting pada Baduta dan Penyuluhan...
1.390 Kali dibuka
SEJARAH DESA SUNGGINGAN...
1.090 Kali dibuka
HARI JADI SRAGEN KE 277 " GOTONG ROYONG NYAWIJI KANGGO SUKOWATI"...
927 Kali dibuka
Sosialisasi Keselamatan Kerja (K3) pada Peternak dan Optimalkan...
922 Kali dibuka
Maintenance Alat di Posyandu dan Sosialisasi Pentingnya Keselamatan...
15 Agustus 2026
Pojok Taman Baca, Wujudkan Kelas yang Lebih Nyaman dan Gemar...
15 Agustus 2026
Cerdas Finansial: Belajar Mengelola Uang Sejak Dini di SD Negeri...
15 Agustus 2026
Chui Mohua:Ketika Tinta dan Tiupan Anak-anak Menghidupkan Seni...
15 Agustus 2026
APISUGI (Apoteker Cilik Sunggingan): Edukasi Kesehatan untuk...
15 Agustus 2026
Meningkatkan Kreatifitas Menulis Melalui Program Menulis Cerita...
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 234 |
| Kemarin | : | 155 |
| Total | : | 103.726 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.217.65 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Komentar yang terbit pada artikel "Chui Mohua:Ketika Tinta dan Tiupan Anak-anak Menghidupkan Seni Tiongkok"